Friday, 8 March 2013

its hard to be a perfect women for a man


Menunggu dan menunggu, tanpa tau pasti apa yang ditunggu dan apakah orang yang kutunggu tau bahwa aku menunggunya. Sudah hampir 1 bulan abang disibukkan dengan pekerjaan barunya sebagai freelancer. Pekerjaan tambahan ini membuat kegiatan yang biasa kami lakukan berkurang, chatting seperlunya, ketemuan pun sesempetnya.

Alone and still waiting
Menunggu adalah hal yang paling menyebalkan. Sudah hampir setengah hari abang tiada menyapaku.

17.00 WIB
Mia: PING!!!

18.10 WIB
Abang: sorry ayang, gw lagi ngerjain tugas, ntr malem aja kita bbman oke?
Mia: iya abang selamat bekerja :D

:D

Emoticon yang kupaksakan untuk kuketikkan dalam penggalan percakapan singkat dengan abang. Aku tidak ingin membuatnya terbebani dengan keberadaanku, semuanya demi pekerjaanya agar tetap lancar. Mungkin pekerjaannya yang banyak membuatnya melupakanku.

22:25 WIB
Mia: PING!!!

00.12
Abang: gw baru sampe kosan, capek banget, mandi dulu bentar ya. Ntr bbm lagi.
Mia: oke

01.00
Mia: say udh selesai mandi nya?

01:38
Mia: udh tidur ya bang?
        Met bobo sayang, i love you :*

I do love him, but i don't know does he love me or not...
Malam ini aku memaksa mataku untuk dapat terpejam.
Tuhan lindungi orang-orang yang kucintai

09.00
Abang: sorry say, tadi malam habis mandi malah ketiduran.
Me: ooh kecapekan ya kamu?
Abang: iya. Gw berangkat ke kantor dulu ya, ntr bbman lagi.
Me: Hati-hati di jalan sayang

dan tidak dibalas...


Sepanjang hari ini aku masih menunggunya. Menunggunya untuk menyapaku, meski hanya lewat sepatah kata di chatting, tapi ku menunggu tanpa hasil. Hingga sang bulan datang memberikan kegelapan pada dunia, tak sepatah katapun tercipta untukku...

Dia adalah bintangku di malam yang gelap


Dia bintangku yang telah meredup....

No comments:

Post a Comment