Menunggu dan menunggu, tanpa tau pasti apa yang ditunggu dan
apakah orang yang kutunggu tau bahwa aku menunggunya. Sudah hampir 1 bulan
abang disibukkan dengan pekerjaan barunya sebagai freelancer. Pekerjaan
tambahan ini membuat kegiatan yang biasa kami lakukan berkurang, chatting seperlunya, ketemuan pun
sesempetnya.
Alone and still waiting.
Menunggu adalah hal yang paling
menyebalkan. Sudah hampir setengah hari abang tiada menyapaku.
17.00 WIB
Mia: PING!!!
18.10 WIB
Abang: sorry ayang, gw lagi ngerjain tugas, ntr malem aja
kita bbman oke?
Mia: iya abang selamat bekerja :D
:D
Emoticon yang kupaksakan untuk kuketikkan dalam penggalan
percakapan singkat dengan abang. Aku tidak ingin membuatnya terbebani dengan
keberadaanku, semuanya demi pekerjaanya agar tetap lancar. Mungkin pekerjaannya
yang banyak membuatnya melupakanku.
22:25 WIB
Mia: PING!!!
00.12
Abang: gw baru sampe kosan, capek banget, mandi dulu bentar
ya. Ntr bbm lagi.
Mia: oke
01.00
Mia: say udh selesai mandi nya?
01:38
Mia: udh tidur ya bang?
Met bobo sayang, i love you :*
I do love him, but i
don't know does he love me or not...
Malam ini aku memaksa mataku untuk dapat terpejam.
Tuhan lindungi orang-orang yang kucintai
09.00
Abang: sorry say, tadi malam habis mandi malah ketiduran.
Me: ooh kecapekan ya kamu?
Abang: iya. Gw berangkat ke kantor dulu ya, ntr bbman lagi.
Me: Hati-hati di jalan sayang
dan tidak dibalas...
Sepanjang hari ini aku masih menunggunya. Menunggunya untuk
menyapaku, meski hanya lewat sepatah kata di chatting, tapi ku menunggu tanpa
hasil. Hingga sang bulan datang memberikan kegelapan pada dunia, tak sepatah
katapun tercipta untukku...
Dia adalah bintangku di malam yang gelap
Dia bintangku yang telah meredup....
No comments:
Post a Comment