Sunday, 10 March 2013

Don’t Leave Me Now


07.00
Jerry: sayang udah bangun?
Alina: udah mau berangkat nih.
Jerry: ntr malem aku jemput dinner yah
Alina: oo, aku usahain ya, kalo kerjaannya longgar
Jerry: oke, ntr aku bbm lagi deh sore-sore.
           Ati-ati di jalan ya sayang. I love you.
Alina: i love you too. Have a nice day

I love you too. Have a nice day..
Tak disengaja senyum menyungging mantap di wajahku, aku berhunga-bunga. Sebuah pesan singkat ini, praktis membuat hariku bahagia. Damn i love her..

Tanpa terasa hari ini kuhabiskan di kantor, dengan tidak kehilangan semangat sedikitpun. Malam ini aku akan bertemu dengan mantan kekasih yang sangat aku cintai. Malam ini, aku akan mengajaknya dinner dan memintanya untuk menjadi pacarku kembali.

18:20
Jerry: say, nanti malam kita jadi kan dinner?
Alina: yup, nanti kamu jemput aku di kantor kan?
Jerry: oke, paling jam setengah 9 aku sampe tempat kamu
Alina: sip jemput di tempat biasa aja ya.

Yess!!! Nampaknya rencanaku hari ini akan berhasil. Aku bergegas beberes diri agar tampil seganteng mungkin. Bunga sudah, reservasi sudah, segala persiapan sudah tersusun rapi, tinggal pelaksanaannya.

20:20
Jerry: aku udh di depan kantor kamu nih. Kamu turun dong.
Alina: okee..

"Hai sayang, udah lama nunggu?"
"Ga kok.. Udah ga ada yang ketinggalan?"
"Ga, yuk berangkat!"
"Kamu bawa kerjaan kantor lagi ke rumah?"
"Iya, aku lagi banyak laporan yang harus diaudit."
"Oh, mau aku bantu?"
"Ga usah, ga papah kok, aku bisa nyelesein sendiri..."

Setibanya di restauran yang kupesan jauh-jauh hari, kami pun makan dan ngobrol-ngobrol ringan. Tanpa terasa jam dinding sudah menunjukkan pukul 22.20.
"Sayang pulang yuk, aku masih harus ngerjain laporan lagi nih."
"Nanti dulu, aku punya sesuatu buat kamu." Aku pun mengeluarkan sebucket bunga yang kumasukkan dalam tas ku. Iaa terdiam, dan wajahnya merona merah.
"Aku adalah orang terbodoh yang telah menyakiti dan meninggalkan mu. Aku baru tersadar, kamulah wanita terbaik di dalam hidupku. Alina maukah kau menjadi kekasihku lagi?"
Dia terdiam tanpa sepatah kata. Aku menatap erat-erat wajahnya yang manis dengan penuh harap.
Air mata mengalir di pipinya. Hatiku terasa begitu hancur melihat air mata itu.
"Kamu kenapa menangis?" aku mencoba menghapus airmata di pipinya.
"Aku teringat waktu-waktu kamu meninggalkan aku. Masih terasa begitu perih di hatiku."
Hatiku seperti ditusuk seribu jarum, wajahku terasa perih tertampar,.MALU
"Katakan padaku, apa yang harus aku lakukan agar kamu bisa memaafkanku."
"Aku hanya butuh waktu untuk menata hatiku, apakah aku bisa mencintaimu lagi? Aku mau pulang."
Air mata nya masih menetes di pipi halusnya, membuatku kehabisan kata-kata.
"Oke, ayo kita pulang."
"Aku mau pulang sendiri aja."
"Aku antar kamu."
"Tolong, biarkan aku pulang sendiri. Aku mau sendiri."
"Aku antar kamu sampai depan, sampai ketemu taxi aja ya sayang."

Aku melihatnya pergi meninggalkan ku, tanpa bisa kutahan langkahnya. Aku sangat meratapi kebodohanku meninggalkannya kala itu.