07.00
Jerry: sayang udah bangun?
Alina: udah mau berangkat nih.
Jerry: ntr malem aku jemput dinner yah
Alina: oo, aku usahain ya, kalo kerjaannya longgar
Jerry: oke, ntr aku bbm lagi deh sore-sore.
Ati-ati di jalan ya sayang. I love you.
Alina: i love you too. Have a nice day
I love you too. Have a nice day..
Tak disengaja senyum menyungging mantap di wajahku, aku
berhunga-bunga. Sebuah pesan singkat ini, praktis membuat hariku bahagia. Damn
i love her..
Tanpa terasa hari ini kuhabiskan di kantor, dengan tidak
kehilangan semangat sedikitpun. Malam ini aku akan bertemu dengan mantan
kekasih yang sangat aku cintai. Malam ini, aku akan mengajaknya dinner dan
memintanya untuk menjadi pacarku kembali.
18:20
Jerry: say, nanti malam kita jadi kan dinner?
Alina: yup, nanti kamu jemput aku di kantor kan?
Jerry: oke, paling jam setengah 9 aku sampe tempat kamu
Alina: sip jemput di tempat biasa aja ya.
Yess!!! Nampaknya rencanaku hari ini akan berhasil. Aku
bergegas beberes diri agar tampil seganteng mungkin. Bunga sudah, reservasi
sudah, segala persiapan sudah tersusun rapi, tinggal pelaksanaannya.
20:20
Jerry: aku udh di depan kantor kamu nih. Kamu turun dong.
Alina: okee..
"Hai sayang, udah lama nunggu?"
"Ga kok.. Udah ga ada yang ketinggalan?"
"Ga, yuk berangkat!"
"Kamu bawa kerjaan kantor lagi ke rumah?"
"Iya, aku lagi banyak laporan yang harus diaudit."
"Oh, mau aku bantu?"
"Ga usah, ga papah kok, aku bisa nyelesein sendiri..."
Setibanya di restauran yang kupesan jauh-jauh hari, kami pun
makan dan ngobrol-ngobrol ringan. Tanpa terasa jam dinding sudah menunjukkan
pukul 22.20.
"Sayang pulang yuk, aku masih harus ngerjain laporan
lagi nih."
"Nanti dulu, aku punya sesuatu buat kamu." Aku pun
mengeluarkan sebucket bunga yang
kumasukkan dalam tas ku. Iaa terdiam, dan wajahnya merona merah.
"Aku adalah orang terbodoh yang telah menyakiti dan
meninggalkan mu. Aku baru tersadar, kamulah wanita terbaik di dalam hidupku.
Alina maukah kau menjadi kekasihku lagi?"
Dia terdiam tanpa sepatah kata. Aku menatap erat-erat
wajahnya yang manis dengan penuh harap.
Air mata mengalir di pipinya. Hatiku terasa begitu hancur
melihat air mata itu.
"Kamu kenapa menangis?" aku mencoba menghapus
airmata di pipinya.
"Aku teringat waktu-waktu kamu meninggalkan aku. Masih
terasa begitu perih di hatiku."
Hatiku seperti ditusuk seribu jarum, wajahku terasa perih
tertampar,.MALU
"Katakan padaku, apa yang harus aku lakukan agar kamu
bisa memaafkanku."
"Aku hanya butuh waktu untuk menata hatiku, apakah aku
bisa mencintaimu lagi? Aku mau pulang."
Air mata nya masih menetes di pipi halusnya, membuatku
kehabisan kata-kata.
"Oke, ayo kita pulang."
"Aku mau pulang sendiri aja."
"Aku antar kamu."
"Tolong, biarkan aku pulang sendiri. Aku mau
sendiri."
"Aku antar kamu sampai depan, sampai ketemu taxi aja ya
sayang."
Aku melihatnya pergi meninggalkan ku, tanpa bisa kutahan
langkahnya. Aku sangat meratapi kebodohanku meninggalkannya kala itu.