Monday, 26 January 2015
Life needs Process
Semakin lama menjalin hubungan kekasih, permasalahan tidak sesepele 'besok malam minggu kmn ya?' 'kamu kok ga bales chat aku sih?'
Semakin complicated, yg satu dtg yg lain makin ngeramein...
Belum mulai menapak, jalannya udah keburu ditutup
Baru mulai berjuang, tiba2 ada tebing terjal di depan mata
Mau belok kanan kiri ada duri-duri disepanjang jalan.
Tidak hanya di dunia nyata masalah itu datang, bahkan melalui alam bawah sadar, mimpi pun seolah diperingatkan
Proses, mungkin inilah yang sedang berlangsung. Tangan Tuhan bekerja, Ia membentuk, menguatkan dan menguji...
Bertekun dalam iman, berserah dalam pengharapan, percaya akan kasih...
When the night has come
And the land is dark
And the moon is the only light we'll see
No, I won't be afraid
Oh, I won't be afraid
Just as long as You stand, stand by me
If the sky, that we look upon
Should tumble and fall
And the mountain should crumble to the sea
I won't cry, I won't cry
No, I won't shed a tear
Just as long as You stand, stand by me
Wednesday, 14 January 2015
A Message for My Future H
Untuk kekasihku, calon suamiku kelak....
Kita telah lama bersama, banyak hal telah kita lalui. Suka, sedih, tawa dan air mata, serta banyak pelajaran hidup yang kita dapat, termasuk mengenalimu lebih dalam.
Kekasihku, kelak kau akan menjadi kepala keluarga, bapak dari anak-anakku, pemegang keputusan terbesar dalam keluarga. Oleh sebab itu sekarang Tangan Tuhan sedang membentukmu, mempersiapkan mu agar menjadi semakin kuat dan bijaksana.
Fokus!
Jangan biarkan ketakutan mu mengalihkan mu dari tujuan akhir yang harus kau capai. Kau memang baik, memikirkan segala kemungkinan, memikirkan banyak jalan, tetapi jangan lupa akan target mu. Karena waktu takan menunggumu. Pilihlah jalan yang menurutmu baik, melajulah jangan diam di tempat, bila salah coba jalan lain. Ayo bergerak segera!
Terima kenyataan!
Apabila usahamu besar, tapi kau tidak mendapatkan apa yang menjadi hak mu, bersabarlah. Tuhan yang akan mencukupkan, karena semua materi asalnya hanya dari Tuhan. Bekerjalah dengan hati gembira, sambil minta pertolongan Tuhan, bersabarlah, fokus terhadap tujuan kamu berada di tempat itu.
Menepati Komitmen!
Mungkin ini hal terberat dalam hidupmu. Tetapi laki-laki akan dinilai dari janjinya. Belajarlah untuk menepati komitmen, jangan pernah berjanji kosong.
Semangat dan jangan menyerah! Saya yakin dan percaya bahwa kau bisa membuktikan kesungguhan hatimu.
Aku menunggumu.....
Monday, 12 January 2015
Perenungan tentang Kematian
Rabu, 7 Januari 2015 adalah saat pertama kali bagi saya menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri, bagaimana kematian datang pada pasien saya. Pagi hari, saya masih sempat memberi minum obat, bercakap-cakap dengan dia, meskipun komunikasi 1 arah (karena dia tunarunggu, dan tunawicara). Jam 09.00 nafasnya mulai melemah, dan akhirnya code blue dibunyikan. Kami melakukan prosedur standar, RJP, dan memberikan beberapa obat-obatan penyokong, agar nyawanya tetap hidup. Usaha kami berhasil, beliau hidup, namun Tuhan berkehendak lain, nyawanya diambil. Kali itu adalah pertama kalinya saya mengurus administrasi kematian. Belakangan diketahui bahwa pasien tersebut sudah 10 tahun hidup sebatang kara di dunia, tanpa keluarga. Pengalaman pertama ini begitu membekas, hingga agak sulit bagi saya untuk melupakannya.
Kamis, 8 Januari 2015 memang bukan perkara kematian, tetapi bagaimana seorang yang masih diberikan waktu untuk hidup, masih diberikan kesempatan untuk sembuh, memilih untuk tidak diobati dan kabur. Lagi-lagi itu adalah pertama kalinya saya menghadapi permasalahan baru, yaitu pasien kabur. Sebuah ironi, dimana kami tim medis berusaha semaksimal mungkin untuk menyembuhkan, menawarkan jalan terbaik untuk meningkatkan derajat kesehatannya, tetapi niat baik itu ditolak, bahkan seperti tidak dihargai. Memang setiap orang berhak untuk memilih jalan hidupnya masing-masing, tetapi lagi-lagi kita harus kembali menyadari kerja keras dan usaha orang lain di sekitar kita, setidaknya menghargai itu sudah cukup.
Jumat, 9 Januari 2015 adalah kedua kalinya saya menghadapi kematian. Lagi-lagi masalah keputusan setiap orang, untuk memilih menjalani saran tim medis untuk sembuh dan tetap sehat, atau untuk tidak mengikutinya. Sebuah kematian, adalah dampak terburuk dari ketidakpatuhan terhadap terapi medis yang seharusnya menjadi pilihan utama.
Bagi orang yang belum pernah merasakan kematian, mungkin belum pernah mengetahui sakitnya kehilangan orang yang dikasihi. Betapa berharganya 1 nyawa, sehingga uang seberapa banyaknya pun tidak cukup untuk menggantikannya. Kematian, memberikan banyak perenungan bagi saya seorang tenaga medis. Pertama, betapa sehat adalah pilihan, sebagaimana kita menjaga tubuh kita tetap sehat, dan tetap berada dalam jalur pengobatan medis, yang paling tepat. Kedua, betapa keluarga itu penting, yang akan selalu mendampingi disaat yang tersakit sekalipun. Ketiga, betapa nyawa, merupakan otoritas Tuhan, dimana hanya Dia lah yang mampu menentukan umur manusia.
Bersyukur sekarang, berbuat baik sekarang, selagi masih diberikan nafas...
Kamis, 8 Januari 2015 memang bukan perkara kematian, tetapi bagaimana seorang yang masih diberikan waktu untuk hidup, masih diberikan kesempatan untuk sembuh, memilih untuk tidak diobati dan kabur. Lagi-lagi itu adalah pertama kalinya saya menghadapi permasalahan baru, yaitu pasien kabur. Sebuah ironi, dimana kami tim medis berusaha semaksimal mungkin untuk menyembuhkan, menawarkan jalan terbaik untuk meningkatkan derajat kesehatannya, tetapi niat baik itu ditolak, bahkan seperti tidak dihargai. Memang setiap orang berhak untuk memilih jalan hidupnya masing-masing, tetapi lagi-lagi kita harus kembali menyadari kerja keras dan usaha orang lain di sekitar kita, setidaknya menghargai itu sudah cukup.
Jumat, 9 Januari 2015 adalah kedua kalinya saya menghadapi kematian. Lagi-lagi masalah keputusan setiap orang, untuk memilih menjalani saran tim medis untuk sembuh dan tetap sehat, atau untuk tidak mengikutinya. Sebuah kematian, adalah dampak terburuk dari ketidakpatuhan terhadap terapi medis yang seharusnya menjadi pilihan utama.
Bagi orang yang belum pernah merasakan kematian, mungkin belum pernah mengetahui sakitnya kehilangan orang yang dikasihi. Betapa berharganya 1 nyawa, sehingga uang seberapa banyaknya pun tidak cukup untuk menggantikannya. Kematian, memberikan banyak perenungan bagi saya seorang tenaga medis. Pertama, betapa sehat adalah pilihan, sebagaimana kita menjaga tubuh kita tetap sehat, dan tetap berada dalam jalur pengobatan medis, yang paling tepat. Kedua, betapa keluarga itu penting, yang akan selalu mendampingi disaat yang tersakit sekalipun. Ketiga, betapa nyawa, merupakan otoritas Tuhan, dimana hanya Dia lah yang mampu menentukan umur manusia.
Bersyukur sekarang, berbuat baik sekarang, selagi masih diberikan nafas...
Tunggu Aku Kekasihku
tenanglah sayang, aku pasti kan kembali
hanya sebentar saja, nanti kan kembali
aku pergi menyembuhkan luka mereka,
aku pergi untuk membuat mereka merasa lebih nyaman
tanpa kusadari, aku pergi meninggalkan sedih di hatimu
tunggulah aku, sayang, ini hanya sebuah pekerjaan
aku pastikan kan datang kembali, membawa tawa untukmu
bila waktunya tiba, aku akan selalu ada untuk membuatmu bahagia
Subscribe to:
Comments (Atom)



